Pada setiap menjelang awal Bulan Ramadhan kita sering dibingungkan apakah kita sudah bisa berpuasa atau belum dan pada akhir ramadhan apakah kita harus berpuasa 30 hari   atau sampai 29 hari saja, dan ini tiap tahun terjadi. Kadang ada orang/golongan yang puasa sampai 29 hari saja dan ada juga yang puasa 30 hari. Kadang pula bersamaan yaitu puasa 29 atau 30 hari dan berlebarab pada hari yang sama. Pernah juga saya mendengar dari masyarakat bahwa apabila puasa kita 29 maka dianggap tidak cukup, ada juga saya dapat PM BBM yang menyatakan begini "Ramadhan tahun ini cukup puasa 30 hari"

Nah mengapa hal ini selalu terjadi ?

Dari sudut ilmu astronomi, 1 bulan bukan 29 atau 30 hari
Berdasarkan ilmu astronomi yang pernah saya baca, diketahui bahwa ternyata lama bulan berevolusi (mengelilingi matahari) bukanlah 29 hari atau 30 hari, melainkan 29,5 hari atau lebih tepatnya 29 hari 12 jam 43 menit 11,6 detik. logika yang bisa dipahami revolusi bulan tidak pernah melambat pada bulan ini dan kemudian cepat pada bulan berikutnya, begitupun seterusnya akan tetapi bersifat konstant atau tetap. jadi perlu kita pahami baik2 bahwa 1 bulan (revolusi bulan) yang digunakan sebagai patokan kalender hijriah hanya 29,5 hari. itulah sebabnya pada kalender hijriah ada yang 29 hari ada yang 30 hari ?

Mengapa pada kalender ada 29 dan 30 hari dalam sebulan?
Para pembuat kalender harus memutuskan untuk membuat jumlah hari yang selang seling pada jumlah hari tiap bulan sebagai kompensaasi mengurangi 0,5 hari dan atau sekalian menambahkan atau mencukupkan 30 hari pada bulan berikutnya. hal ini dilakukan untuk mempermudah dalam menetapkan tanggal setiap hari.

Perhitungan yang ditetapkan pada kalender tidak dapat sertamerta diikuti untuk menentukan jumlah hari pada bulan ramadhan untuk berpuasa karena ada dalil yang menjadi pedoman
صوموا لرؤيَتِهِ وأفطِروا لرؤيتِهِ ، فإنْ غبِّيَ عليكم فأكملوا عدةَ شعبانَ ثلاثينَ
artinya : “Berpuasalah karena melihatnya (hilal), berbukalah karena melihatnya (hilal), jika penglihatan kalian terhalang maka sempurnakan bulan Sya’ban jadi 30 hari” (HR. Bukhari 1909, Muslim 1081)
Kalimat "sempurnakan bulan Sya'ban menjadi 30 hari" itu membenarkan bahwa jumlah hari dalam sebulan tidak cukup 30 hari. Dan ketika bulan sya'ban itu berjumlah 30 hari maka secara otomatis bulan berikutnya yaitu Bulan Ramadhan harus berjumlah 29 hari. Pada momen ini yaitu tanggal 29 sore dapat dipastikan sudut kemiringan bulan terhadap bumi lebih besar dan hilal(bulan sabit tipis) dapat terlihat jelas. Ini disebabkan karena sebenarnya dalam ilmu astronomi bulan ramadhan telah masuk pada siang hari namun belum dianggap karena perhitungan bulan hijriah  dimulai waktu magrib. Jika belum nampak juga atau tertutup awan maka ini perlu didiskusikan bersama, apakah penentuan 1 Syawal  menggunakan ilmu astronomi atau berpedoman sesuai hadits berikut :
لا تصوموا حتى تروه، ولا تفطروا حتى تروه
Artinya : “Janganlah berpuasa sampai engkau melihat hilal, janganlah berlebaran hingga engkau melihat hilal” (HR. Muslim 1080)

tulisan ini berdasarkan logika berfikir saya pribadi sesuai dengan ilmu2 yang telah saya pelajari sebelumnya. jika ada yang salah mohon dikoreksi
email : aprisalnetwork@gmail.com
blog : http://aprisalnotes.blogspot.com

Sekian... mudah2an bermanfaat